IKRAR
CINTA DARI-MU
Hari ini telah ku halalkan diriku dengan suatu ikatan
pernikahan. Hari ini di depan penghulu dan para saksi yang melihat
pernikahanku, aku mengucapkan ijab qobul dan janji untuk menjaga, melindungi,
dan menafkahi istriku. Insya Allah kan ku jaga dan bina keluargaku kelak dan
menjadikan keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrahmah. Seperti yang telah
dijelaskan dalam Al-Quran
“Hai para pemuda, barang siapa diantara kamu sudah mampu menikah, maka
menikahlah, karena sesungguhnya nikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih dapat menjaga kemaluan. Dan barang
siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena berpuasa itu baginya
(menjadi) pengekang syahwat.”
(HR. Jamaah).
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu
isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram
kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya
pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”
(QS. Ar-Ruum : 21).
Aku menikahi Annisa karena aku yakin
dia wanita yang baik dan sholehah. Kami dipertemukan dalam acara silaturahmi
sewaktu itu, tak perlu waktu panjang untuk bisa meluluhkan hatinya. Karena
sebelumnya ia belum pernah pacaran sama sepertiku. Kami saling mengenal dan
lebih banyak menghabiskan waktu untuk diskusi tentang agama. Aku masih ingat
betul pertama kali bertemu dengannya. Ia mengenakan pakaian panjang dengan
jilbab yang menutupi hingga pinggang. Subhanallah, inilah kekuasaan-Mu
menciptakan wanita yang sungguh indah untuk dipandang mata.
Tidak terasa pernikahan kami sudah
hampir setahun, rasanya seperti baru kemarin aku mengikrarkan janji didepan
penghulu. Dan diberikan-Nya anugerah yang luar biasa yang dititipkan kepada kami.
Seorang putra yang kami beri nama Muhammad Adam Al-Huda.
“Abi,
makan dulu Umi sudah siapkan makanannya.”
“Iya
mi, sebentar lagi Abi selesai kok.”
Aku menghampiri istriku yang sedang
menyiapkan makan malam untukku. Diam-diam aku memperhatikannya. Wajah yang
bersinar memancarkan cahaya yang luar biasa saat orang lain melihatnya.
“Ada
yang salah bi ?” tanyanya dengan bingung.
Tidak,
tidak ada yang salah.” Ucapku sambil menatap matanya, dia menatap kembali dan
kubisikan padanya “Kau cantik sekali, tak salah jika aku menikahimu.”
Dia
hanya tersenyum mendengar perkataanku dan membalasnya dengan suaranya yang
khas.
“Aku
wanita yang sederhana tetapi saat denganmu aku bagaikan seorang putri kecil
yang kemanapun harus dengan sang pangeran.” Lirihnya.
Kami
tersenyum, saling menatap dan tidak sadar kalau sekarang sudah ada anak.
Sebenarnya di hari jadi besok aku ingin member kejutan untuk Annisa. Aku
berharap ia senang dengan pemberian dariku.
Lantunan suara azan subuh
membangunkanku untuk segera mengambil air wudhu dan berangkat sholat berjamaah
di masjid. Kupenuhi dan kutunaikan sholat subuh. Kulihat Annisa sudah tidak ada
di tempat hanya meninggalkan anak kami. kubuka pintu kamar dan terlihat ia
sedang menjalankan tugasnya sebagai istri dan ibu dari anakku. Kuhampiri dan
karena hari ini adalah hari jadi pernikahan kami yang pertama. Aku mengucapkan
beberapa kalimat yang mengartikan bahwa aku bangga memiliki istri sepertinya.
“selamat
hari jadi pernikahan yang pertama Umi, Abi berharap kita bisa terus menjaga dan
membina keluarga ini seperti ikrar yang telah diucapkan dulu.”
Tangannya
menyentuh pipiku,membenarkan pakaianku yang kusut karena baru bangun dan
berkata “Setiap manusia diciptakan berpasang-pasangan, Umi juga banyak
terimakasih ke Abi, Abi sudah banyak mengajarkan Umi untuk menjadi wanita yang
sabar. Sholat dulu nanti keburu waktunya selesai.”
“Sebentar
mi,” aku kembali lagi ke kamar untuk mengambil sesuatu untuknya.
“Ini
untuk Umi, dulu kita ingin sekali untuk berangkat ke tanah suci bersama.
Mungkin ini jawaban dari segala doa-doa yang kita panjatkan pada-Nya.”
“Terima
kasih Abi, semoga kita bisa menjadi Haji yang mabrur. Amiin.”
Tepat hari ini kami berangkat ke
tanah suci. Huda kami titipkan sementara pada ibuku. Setelah kami pulang, kami
akan mengurusnya kembali. Diperjalanan aku tidak berhenti untuk memanjatkan
syukur yang luar biasa kehadirat Allah SWT. Karena atas izin-Nya lah aku dan
istriku bisa berangkat ke tanah suci dengan cepat. Shalawat yang lantunkan
membuat hati dan tubuhku bergetar setiap saat.
Saat ini aku dan istriku telah sampai dan melihat ribuan bahkan jutaan
umat muslim berada dalam satu tempat, yaitu Baitullah. Subhanallah maha suci
Allah yang telah menciptakan dan menggerakan hati setiap umat untuk berkunjung
kerumah-Mu.
Di
depan Ka’bah aku memohon ampun atas beribu dosa yang telah kuperbuat selama
ini. baik yang disengaja ataupun yang tidak disengaja.
Ya Allah ya tuhan kami, ampunilah
dosaku, dosa orang tuaku, istriku dan mereka yang telah menghinaku.
Ya Allah ya tuhan kami, di depan Ka’bah
yang begitu suci ini aku bersimpuh memohon ridho agar aku menjadi haji yang
mabrur.
Ya Allah ya tuhan kami, berikanlah
keteguhan padaku dalam ketaatan hingga kematian menjemputku.
Ya Allah ya tuhan kami, berikanlah
kemuliaan kepadaku dengan taat pada-Mu dan janganlah beri kehinaan padaku
dengan bermaksiat padamu.

Komentar
Posting Komentar