Jatuh
cinta? Bukankah itu sesuatu yang indah? Ya, benar sekali. Orang yang jatuh
cinta sering kali terjebak oleh perasaannya sendiri, bagaimana bisa? Ya, bisa
saja. Mereka cenderung berpikir kata ‘seandainya’ dan seringkali membuat mereka
lupa apa sebenarnya cinta itu. Tapi, bagaimana dengan jatuh cinta saat kau
sendiri hanya bisa menjadi pengagum saja. Lebih tepatnya pengagum rahasia.
Mungkin sebagian orang berpikir ‘ah kurang bagus, terlalu pecundang, atau itu
tidak jaman banget’ ya beberapa orang mungkin akan berkata seperti itu.
Lalu
bagaimana dengan mereka yang memilih untuk jatuh cinta dengan cara menjadi
pengagum rahasia saja. Tidak kurang dan tidak juga lebih. Karena cinta tidak
selamanya harus diungkapkan, bahkan bukankah cinta tetap ada meski tidak
diungkapkan? Lalu untuk apa mereka bersusah payah menyatakan perasaannya jika
pada akhirnya hanya meninggalkan luka.
Semua
pengertian cinta, akan kembali pada diri mereka masing-masing dengan cara
masing-masing dan juga dengan kemampuan masing-masing. Setiap orang berhak
memilih pilihan cinta mereka. Terkadang ada sesuatu yang tidak harus orang lain
tau, seperti halnya menjadi secret admirer.
Biar
langsung ngena, mending langsung aja deh baca Novel dari kak Iffah Ariqoh yang
berjudul Caramel Macchiato. Dan pastikan membacanya hingga akhir dan kalian
akan tau apa yang akan terjadi didalamnya..
Happy
reading guys ..
SURAT
CINTA SECRET ADMIRER
Teruntuk
kamu, yang selama ini hanya bisa kukagumi dari jauh..
Apa
kabarmu saat ini? Ah, bukankah aku tau kabarmu, lalu untuk apa aku bertanya
kembali. Aku selalu ingin tau tentang kabarmu setiap hari, memeriksa media
sosial milikmu sudah menjadi kebiasaanku. Mungkin setelah kau mengetahui ini
kau akan menertawakanku karena begitu pecundangnya aku.
Bahkan
aku masih ingat saat melihatmu hari itu. Aku bisa dengan jelas melihatmu
diantara tumpukan buku-buku itu. Adalah hal yang membuatku jatuh begitu dalam.
Aku selalu menduga-duga bagaimana hal itu bisa terjadi begitu saja. Bahkan aku
sudah terlalu lama mengangumimu dan tanpa sadar membuatku menjadi seorang
pengamat yang ahli dibidangnya.
Aku
akan akui satu hal, setiap kali aku berjalan melewati tumpukan rak buku-buku
itu membuat pikiranku melayang tanpa arah. Bahkan aku menyebut kata ‘kita’ yang
padahal hanya aku yang menjadi tokoh utamanya tanpa kamu. Dan bahkan membuatku tersadar
bahwa terkadang ada sesuatu yang bernama cinta yang tidak bisa kau lihat, cukup
kau rasakan.
Dengan
kehadiranmu itu banyak hal yang harus kusyukuri. Aku tidak peduli kita nanti
akan bersama atau tidak, karena bagiku kau adalah ketidakmungkinan yang selalu
aku semogakan. Dan untuk sekarang biarkan aku bersembunyi dibalik setiap
kalimat yang tergores di dalam surat ini.

Komentar
Posting Komentar