Langsung ke konten utama

Sweet Seventeen Wiqqi


Sweet Seventeen Wiqqi

            Aku tidak pernah membayangkan sebelumnya jika pada akhirnya panggilan itu menetap dihati, ya begitu saja tanpa ku harapkan sebelumnya. Mengalir bagai air yang tenang bahkan tak ada gerakan yang terlihat. Tanggal 20 Agustus menjadi tanggal yang ku tunggu. Entah mengapa begitu karena aku pun tak tau. Di umurku yang menginjak 17 tahun aku berharap bisa menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain. Hari ini tepat pukul 00.00 tanggal 20 Agustus umurku 17 tahun, sebagian orang mungkin sering mengatakan bahwa di usia yang ke 17 biasanya menyebut dengan sweet seventeen, entah mengapa bisa begitu karena aku pun tau dari mereka semua. Hari ini seperti tidak terjadi apa-apa. Ya mungkin akan sama seperti hari yang lainnya. Sebagian besar orang mengirimkan pesan bahkan ada juga yang mengucapkan melalui sosial media.  Teman-temanku, guru, keluarga bahkan sahabat karib. Tapi entah mengapa  orang yang ku harapkan untuk mengucapkan di hari ulang tahunku  diam saja. Seperti orang lupa, tidak masalah. Aku tetap senang mereka semua mengucapkan banyak harapan dan doa untukku.

            Aku pulang berjalan menuju gerbang sekolah bersama temanku, dan kejadian diluar dugaan sahabat-sahabatku menumpahkan ember yang berisi air kopi dan tepung yang tepat mengenai kepalaku. Aku diam dengan mata berbinar seolah ingin mengatakan bahwa mereka semua adalah sebagian dari semangatku. Dengan seragam penuh kotoran aku pun pergi ke kostan sahabatku untuk membersihkan semuanya. Aku mengajak sahabatku untuk makan bersama, aku senang bahkan sangat senang.
            Sesampainya dirumah kubuka tas ransel untuk membersihkan buku yang terkena tepung dan ada beberapa kado didalamnya. Kubuka satu-persatu, perlahan demi perlahan. Menginginkan kertas kado yang sudah terbungkus rapih tidak tersobek. Kubuka perlahan dan ternyata berisikan sapu tangan berwarna hijau yang bertuliskan “Sweet Seventeen Wiqqi 17th”. Aku tersenyum dan membuka diary yang bergambar menara eiffell dan yang membuatku menangis bahkan ada gambar menara eiffell yang dibuat olehnya dan tulisan tangan berisi ucapan dan janji untuk mengetahui arti dari panggilan Wiqqi.
            Tidak hanya sampai disini ternyata malam hari aku diminta ibuku untuk pergi keluar membelikan sesuatu, tetapi setelah sampai kembali rumahku sudah gelap. Semua lampu padam entah apa penyebabnya. Kubuka pintu perlahan dan berjalan, kutemui lilin-lilin kecil yang berjajar rapih dan banyaknya surat disetiap lilinnya. Sampai di lilin terakhir ternyata aku mendapat kejutan dari keluarga dan teman kecilku. Betapa terharunya aku saat itu. Kupeluk ibu, ayah dan adikku. Kucium punggung tangan mereka. Kulihat teman-teman semasa kecilku berada disampingku. Sungguh ini bukan hanya kebahagianku tetapi kebahagian semuanya.
            Karena keluarga akan selalu berada disampingku, memberikanku semangat untuk terus maju. Bukan hanya sekedar sahabat karib tetapi bisa menjadi orang tua bagiku. Karena sebagian semangatku berada pada dirinya. Dan tanpa mereka aku bukanlah siapa-siapa. Karena siapapun bisa bahagia, kapanpun dan dimanapun. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SURAT CINTA SECRET ADMIRER

Jatuh cinta? Bukankah itu sesuatu yang indah? Ya, benar sekali. Orang yang jatuh cinta sering kali terjebak oleh perasaannya sendiri, bagaimana bisa? Ya, bisa saja. Mereka cenderung berpikir kata ‘seandainya’ dan seringkali membuat mereka lupa apa sebenarnya cinta itu. Tapi, bagaimana dengan jatuh cinta saat kau sendiri hanya bisa menjadi pengagum saja. Lebih tepatnya pengagum rahasia. Mungkin sebagian orang berpikir ‘ah kurang bagus, terlalu pecundang, atau itu tidak jaman banget’ ya beberapa orang mungkin akan berkata seperti itu. Lalu bagaimana dengan mereka yang memilih untuk jatuh cinta dengan cara menjadi pengagum rahasia saja. Tidak kurang dan tidak juga lebih. Karena cinta tidak selamanya harus diungkapkan, bahkan bukankah cinta tetap ada meski tidak diungkapkan? Lalu untuk apa mereka bersusah payah menyatakan perasaannya jika pada akhirnya hanya meninggalkan luka.

Sunset Terakhir part 1

Jogyakarta, 2005 Pantai ini masih sama tetap ramai sejak satu tahun yang lalu. Ombak menggulung begitu indahnya. Angin berhembus seakan ikut dalam sebuah irama. Desisan daun kelapa yang terdengar begitu merdu seakan aku terbawa suasana. Ya, aku suka pantai. Bagiku pantai adalah keindahan, ketenangan jiwa, dan kelembutan. Kau tak percaya ?? cobalah kau berdiri di tepian pasir pantai yang begitu halus hingga kakimu terpenuhi oleh pasir yang masuk melalui celah-celah jari. Apa yang akan aku lakukan disana ? ya, bebas. Satu kata mewakili perasaanku. Aku suka pantai dan kebebasan. Menurutku dengan kebebasan aku bisa memainkan semua kata dan imajinasiku disana. Dan ketika itu hanya kenangan, kenangan, dan kenangan. Kenangan akan persahabatan. Aku dan dia. Aku mencoba menggenggam pasir pantai yang putih, yang halus. Mengingat janji yang terucap untuk saling mengasihi dan menyayangi. Akankah hanya terkubur dalam sebuah memori ?? atauhkah pergi jauh dari hati ?? entahlah, aku sendiri b...

Aku Kau Dan Ketidaksempurnaan Kita

Hai Hai Hai November .... Apa kabar semuanya? Gimana rasanya memasuki bulan November? Senangkah? Atau sedihkah? Apapun itu tetap semangat! Hehe Ada yg kangen sama saya? Haha *pede Dimanapun kalian berada jangan pernah lupa bahwa kalian pernah melakukan sesuatu yg bermanfaat untuk orang lain :D Langsung aja deh, ada yg pernah merasakan hal seperti ini? Merasakan cinta yang sempurna dari orang tidak sesempurna itu. Terkadang ketidaksempurnaan menjadikan hambatan seseorang untuk bisa menyukai orang lain. Tapi tidak dengan mereka ini. Bagi mereka ketidaksempurnaanlah yang menjadikan mereka mempunyai hati dan cinta yang sempurna. Langsung aja dah, Tara....... Aku Kau Dan Ketidaksempurnaan Kita             Engkau adalah matahari bagiku, dimana aku membutuhkanmu..             Engkau adalah pelangi bagiku dan aku rintik hujan yang menemanimu..     ...

Waktu Tanpa Janji ( Part 4 )

Apa kabar semuanya? Nggak kerasa yah udah lewat dari hari lebaran. Saya pribadi mengucapkan minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin. Semoga segala sesuatunya akan lebih bermanfaat lagi. Dan bukan ketika bahagia lantas kamu akan bersyukur, tapi bersyukurlah maka kau akan bahagia hehe Langsung aja buat yang udah nunggu-nunggu kelanjutan dari part sebelumnya, ini dia Waktu Tanpa Janji Part 4 ... Happy Reading guys :) Waktu Tanpa Janji (Duniapun mengetahuinya, kau dan aku) Aku tidak bisa menemanimu hari ini, kau bisa sendiri untuk wawancaranya? Aku akan meminta maaf pada seniormu. Pagi-pagi sudah mendapati pesan dari Nisa. Bahkan matanya saja belum terbuka sepenuhnya. Hari ini ia malas sekali untuk keluar. Bahkan ponselnya terus berdering sejak subuh tadi. Seniornya terus menghubunginya. Bahkan mengirimkan banyak pesan padanya. Membuatnya tidak ada pilihan untuk berkata ‘tidak’. Selamat pagi Haje.. kau tidak lupa untuk datang ke tempat siaranku bukan? Wah ku...