Maaf buat yang udah pada nunggu postingan bulan ini. haha *pede banget.
Ini cerpen yang bercerita tentang seseorang yang menyukai pacar sahabatnya sendiri. Mau tau bagaimana akhir ceritanya. jangan kemana-mana ya?? tetap disini baca sampai akhir :D
Ada yang tau bagaimana rasanya menyukai seseorang yang tidak seharusnya untuk di sukai? Ada yang tau bagaimana rasanya menyukai seseorang yang di sukai sahabatmu sendiri? Ada yang tau bagaimana caranya berpura-pura tidak menyukainya padahal kau hanya bisa melihat tentangnya saja. Awalnya mungkin hanya penasaran. Mungkin juga hanya rasa ingin tau saja. Semakin lama semakin memuncak. Ya aku, aku menyukai dia-dia pacar sahabatku..
Ini cerpen yang bercerita tentang seseorang yang menyukai pacar sahabatnya sendiri. Mau tau bagaimana akhir ceritanya. jangan kemana-mana ya?? tetap disini baca sampai akhir :D
Ada yang tau bagaimana rasanya menyukai seseorang yang tidak seharusnya untuk di sukai? Ada yang tau bagaimana rasanya menyukai seseorang yang di sukai sahabatmu sendiri? Ada yang tau bagaimana caranya berpura-pura tidak menyukainya padahal kau hanya bisa melihat tentangnya saja. Awalnya mungkin hanya penasaran. Mungkin juga hanya rasa ingin tau saja. Semakin lama semakin memuncak. Ya aku, aku menyukai dia-dia pacar sahabatku..
Pacarku Mantan Pacarmu
Saat
perjalanan mulai terasa berat dan berada dalam titik jenuh yang dalam. Bahkan
sangat dalam. Aku tetap mencoba mempertahankannya, seperti seekor kucing yang
menjaga anaknya. Saat aku melihat diriku sendiri terkhianati. Saat aku melihat
kekecewaan yang mendalam padamu. Entah apakah ini salahku, salahmu atau memang keduanya salah. Percayalah cinta
tak akan salah, dan saat ini tidak perlu ada yang di salahkan. Semua kembali
pada diri sendiri. Lalu setelah ini apa yang akan aku lakukan? Ya, tetap
menjalani kehidupan seperti biasanya. Sebelum dia datang aku tetap merasakan
bahagia bukan? Lalu, setelah dia datang mengapa seolah semuanya menjadi
berubah?
“Naj,
gue lagi seneng banget tau. Gue lagi suka sama orang. Sumpah deh gue nggak bohong.
Loe nggak percaya? Kalau loe liat dia juga pasti bakalan suka dah sama itu
orang.”
Aku
hanya mengangguk menanggapi pembicaraan Sisil yang tiba-tiba masuk kamarku saat
aku sedang membaca Novel dengan serius. Dengan kesal Sisil melepas earphone yang ku gunakan. Dan meletakkan
Novelku di atas meja belajarku.
“Loe
jangan diem aja dong. Komentar kek, apa kek. Garing banget sih Naj!”
Terlihat
raut wajah Sisil berubah 180 derajat. Aku menengok ke arah Sisil. Tersenyum
dengan malas karna dia sudah mengganggu waktu bacaku. Baru saja aku membeli
Novel yang selama ini aku inginkan sekarang dia mengganggu waktuku.
“Ya
gue bahagia melihat sahabat gue bahagia. Loe nggak percaya? Nih liat muka gue
yang cantik banget kalau lagi senyum.”
“Ih
loe ini dasar pede banget deh, gimana hubungan loe sama Radith? Kalian
baik-baik aja kan? Kalau gue udah jadian sama Rangga gue bakalan double date sama loe.”
Sisil
tertawa puas. Dia sangat berharap sekali bisa jadian sama Rangga. Ya ketua Osis
sekaligus ketua basket di sekolah. Banyak sekali yang suka dengannya. Tapi
menurutku Rangga itu biasa-biasa saja. Sama dengan anak yang lainnya. “Gue
putus sama Radith, mungkin emang kita udah nggak cocok lagi. Gue sama dia
sering banget ribut, padahal itu cuma hal sepele. Gue doain deh loe cepet
jadian sama Rangga.” Kataku menutup Novel yang sedang kubaca. Menandabataskan
halaman dengan kertas kecil.
“Ih
kok loe putus sih? Kalian itu kan romantis banget. Apa jangan-jangan Radith
punya pacar lagi? Atau mungkin loe yang selingkuh?”
Aku
diam. Tidak berkomentar apa pun mengenai pembicaraan Sisil. Aku mengambil
Novelku kembali dan tiba-tiba Sisil memelukku dengan erat. Ya aku tau walaupun
Sisil sangat cerewet tapi aku bisa pastikan bahwa dia benar-benar menyayangiku.
Seminggu dari kejadian itu. Akhirnya Sisil jadian sama Rangga. Rangga
menyatakan perasaannya saat sedang bermain Basket di lapangan sekolah. Dan
pastinya Sisil mengiyakan. Ya aku berusaha untuk tidak mengingat sosok Radith
dalam fikiranku tapi tetap saja semakin ku tikam semakin aku merasa bahwa dia
tidak bisa ku biarkan begitu saja. Sisil dan Rangga menjalani hubungan selama
sebulan. Sebelum akhirnya Rangga memutuskan Sisil. Saat itu Sisil sering
menangis di kelas. Aku ingin membantunya untuk jadian kembali dengan Rangga
tetapi tetap saja Rangga tidak mau.
Hari
ini hari istimewa dalam hidupku saat aku memasuki usia 17th.
Memasuki usia dewasa. Aku membuka salah satu akun media sosialku. Banyak sekali
yang memberikan ucapan. Tiba-tiba saja Rangga mengirimkan pesan untukku. Ucapan
selamat ulang tahun. Setelah kejadian itu aku dan Rangga semakin dekat. Dia
sering sekali mengirimkan pesan untukku, menawarkan apa aku ingin menitip buku
atau tidak. Ya aku tidak menyangka dengannya kalau rasa ini tiba-tiba hadir
begitu saja. Awalnya aku masih memikirkan perasaan Sisil yang begitu menyukai
Rangga. Seiring berjalannya waktu Rangga mengungkapkan perasaannya padaku, dan
secara tidak sadar aku mengiyakan. Aku jadian sama Rangga sekitar dua minggu.
Saat itu Sisil tau bahwa aku jadian dengan mantan pacarnya sendiri. Sisil
tersenyum padaku saat itu dan mengatakan kalau dia turut bahagia. Tetapi
setelah dua minggu dia berubah. Jarang menyapaku, main ke rumahku, atau hanya
sekedar mengirimkan pesan untukku. Dan saat itu juga sadar bahwa aku telah
menyakiti perasaan sahabatku sendiri. Aku meminta putus dengan Rangga tetapi
Rangga menolak. Akhirnya aku yang mengatakan putus pada Rangga.
Hubungan
persahabatan aku dan Sisil renggang saat itu. Aku berusaha meminta maaf karna
telah mengecewakannya. Dan aku mengatakan bahwa aku sudah putus dengan Rangga
dan memilih untuk kembali menjalin hubungan persahabatan yang sudah kita jalani
selama 2 tahun ini. Mungkin perjalanan cintaku tidak bagus, bahkan sangat buruk
sekali di mata teman-teman semua. Dari kejadian itu aku sadar. Mungkin aku akan
menemukannya kembali dalam suatu perjalanan dan cerita cinta yang sangat
menarik di kemudian hari. Radith memintaku untuk menjadi pacarnya kembali. Dan
aku mengiyakan untuk yang kedua kalinya. Hubunganku dengan Radith sudah setahun
lebih. Aku dan dia sudah sama-sama mengerti dan dewasa. Persahabatan aku dan
Sisil sangat baik. Bahkan berjalan baik sekali. Saat ku tau dia menjalin
hubungan dengan temannya Radith. Aku sangat senang sekali.
“Jangan
pergi dari hidup gue Naj, gue butuh loe. Gue mau kita selamanya menjadi
sahabat.” Aku tersenyum melihat Sisil memelukku.
“Gue
nggak pergi dari loe kok, apalagi mereka yang disana.”
Aku
menoleh melihat Radith dan Rangga sedang menungguku dan Sisil untuk
menghampirinya. Ya, ini perjalanan cintaku yang sangat menarik. Menarik untuk ku
tuliskan dalam lembaran diariku. Radith benar bahwa seberapa tinggi kau
terbang, kau tak akan pernah terjatuh selagi kau punya sesuatu untuk
menyelamatkan hidupmu.
Perjalanan
sesungguhnya adalah hari ini. Perjalanan yang menantang selanjutnya adalah
keputusan hari ini. Perjalanan cerita cinta yang sangat dinanti adalah
bagaimana hari ini. Karna tidak akan ada cerita cinta yang menyedihkan. Yang
ada hanyalah kurang mensyukurinya. Aku terlahir karna cinta. Cinta yang sangat
tulus dari orang-orang yang menjalaninya. Cinta yang menyempurnakan segala
kekurangan yang ada. Cinta yang datang sebagai pengobat rindu. Setiap
perjalanan adalah perjalanan untuk menapakki jejak kehidupan. Melihat betapa
besar cinta yang tuhan berikan. Mengagumi setiap keindahan yang diciptakannya.
Sekecil apa pun itu, ia tetap cinta. Tanpa kau harus mengatakannya, ia tetap
cinta. Dan saat kau kembali padaNya, itu tetap cinta. Karna perjalanan yang
memiliki banyak cerita adalah perjalanan cinta.

Komentar
Posting Komentar