Langsung ke konten utama

Pacarku Mantan Pacarmu

Maaf buat yang udah pada nunggu postingan bulan ini. haha *pede banget.
Ini cerpen yang bercerita tentang seseorang yang menyukai pacar sahabatnya sendiri. Mau tau bagaimana akhir ceritanya. jangan kemana-mana ya?? tetap disini baca sampai akhir :D
Ada yang tau bagaimana rasanya menyukai seseorang yang tidak seharusnya untuk di sukai? Ada yang tau bagaimana rasanya menyukai seseorang yang di sukai sahabatmu sendiri? Ada yang tau bagaimana caranya berpura-pura tidak menyukainya padahal kau hanya bisa melihat tentangnya saja. Awalnya mungkin hanya penasaran. Mungkin juga hanya rasa ingin tau saja. Semakin lama semakin memuncak. Ya aku, aku menyukai dia-dia pacar sahabatku..



Pacarku Mantan Pacarmu

Saat perjalanan mulai terasa berat dan berada dalam titik jenuh yang dalam. Bahkan sangat dalam. Aku tetap mencoba mempertahankannya, seperti seekor kucing yang menjaga anaknya. Saat aku melihat diriku sendiri terkhianati. Saat aku melihat kekecewaan yang mendalam padamu. Entah apakah ini salahku, salahmu  atau memang keduanya salah. Percayalah cinta tak akan salah, dan saat ini tidak perlu ada yang di salahkan. Semua kembali pada diri sendiri. Lalu setelah ini apa yang akan aku lakukan? Ya, tetap menjalani kehidupan seperti biasanya. Sebelum dia datang aku tetap merasakan bahagia bukan? Lalu, setelah dia datang mengapa seolah semuanya menjadi berubah?

“Naj, gue lagi seneng banget tau. Gue lagi suka sama orang. Sumpah deh gue nggak bohong. Loe nggak percaya? Kalau loe liat dia juga pasti bakalan suka dah sama itu orang.”
Aku hanya mengangguk menanggapi pembicaraan Sisil yang tiba-tiba masuk kamarku saat aku sedang membaca Novel dengan serius. Dengan kesal Sisil melepas earphone yang ku gunakan. Dan meletakkan Novelku di atas meja belajarku.
“Loe jangan diem aja dong. Komentar kek, apa kek. Garing banget sih Naj!”
Terlihat raut wajah Sisil berubah 180 derajat. Aku menengok ke arah Sisil. Tersenyum dengan malas karna dia sudah mengganggu waktu bacaku. Baru saja aku membeli Novel yang selama ini aku inginkan sekarang dia mengganggu waktuku.
“Ya gue bahagia melihat sahabat gue bahagia. Loe nggak percaya? Nih liat muka gue yang cantik banget kalau lagi senyum.”
“Ih loe ini dasar pede banget deh, gimana hubungan loe sama Radith? Kalian baik-baik aja kan? Kalau gue udah jadian sama Rangga gue bakalan double date sama loe.”
Sisil tertawa puas. Dia sangat berharap sekali bisa jadian sama Rangga. Ya ketua Osis sekaligus ketua basket di sekolah. Banyak sekali yang suka dengannya. Tapi menurutku Rangga itu biasa-biasa saja. Sama dengan anak yang lainnya. “Gue putus sama Radith, mungkin emang kita udah nggak cocok lagi. Gue sama dia sering banget ribut, padahal itu cuma hal sepele. Gue doain deh loe cepet jadian sama Rangga.” Kataku menutup Novel yang sedang kubaca. Menandabataskan halaman dengan kertas kecil.
“Ih kok loe putus sih? Kalian itu kan romantis banget. Apa jangan-jangan Radith punya pacar lagi? Atau mungkin loe yang selingkuh?”
Aku diam. Tidak berkomentar apa pun mengenai pembicaraan Sisil. Aku mengambil Novelku kembali dan tiba-tiba Sisil memelukku dengan erat. Ya aku tau walaupun Sisil sangat cerewet tapi aku bisa pastikan bahwa dia benar-benar menyayangiku. Seminggu dari kejadian itu. Akhirnya Sisil jadian sama Rangga. Rangga menyatakan perasaannya saat sedang bermain Basket di lapangan sekolah. Dan pastinya Sisil mengiyakan. Ya aku berusaha untuk tidak mengingat sosok Radith dalam fikiranku tapi tetap saja semakin ku tikam semakin aku merasa bahwa dia tidak bisa ku biarkan begitu saja. Sisil dan Rangga menjalani hubungan selama sebulan. Sebelum akhirnya Rangga memutuskan Sisil. Saat itu Sisil sering menangis di kelas. Aku ingin membantunya untuk jadian kembali dengan Rangga tetapi tetap saja Rangga tidak mau.
Hari ini hari istimewa dalam hidupku saat aku memasuki usia 17th. Memasuki usia dewasa. Aku membuka salah satu akun media sosialku. Banyak sekali yang memberikan ucapan. Tiba-tiba saja Rangga mengirimkan pesan untukku. Ucapan selamat ulang tahun. Setelah kejadian itu aku dan Rangga semakin dekat. Dia sering sekali mengirimkan pesan untukku, menawarkan apa aku ingin menitip buku atau tidak. Ya aku tidak menyangka dengannya kalau rasa ini tiba-tiba hadir begitu saja. Awalnya aku masih memikirkan perasaan Sisil yang begitu menyukai Rangga. Seiring berjalannya waktu Rangga mengungkapkan perasaannya padaku, dan secara tidak sadar aku mengiyakan. Aku jadian sama Rangga sekitar dua minggu. Saat itu Sisil tau bahwa aku jadian dengan mantan pacarnya sendiri. Sisil tersenyum padaku saat itu dan mengatakan kalau dia turut bahagia. Tetapi setelah dua minggu dia berubah. Jarang menyapaku, main ke rumahku, atau hanya sekedar mengirimkan pesan untukku. Dan saat itu juga sadar bahwa aku telah menyakiti perasaan sahabatku sendiri. Aku meminta putus dengan Rangga tetapi Rangga menolak. Akhirnya aku yang mengatakan putus pada Rangga.
Hubungan persahabatan aku dan Sisil renggang saat itu. Aku berusaha meminta maaf karna telah mengecewakannya. Dan aku mengatakan bahwa aku sudah putus dengan Rangga dan memilih untuk kembali menjalin hubungan persahabatan yang sudah kita jalani selama 2 tahun ini. Mungkin perjalanan cintaku tidak bagus, bahkan sangat buruk sekali di mata teman-teman semua. Dari kejadian itu aku sadar. Mungkin aku akan menemukannya kembali dalam suatu perjalanan dan cerita cinta yang sangat menarik di kemudian hari. Radith memintaku untuk menjadi pacarnya kembali. Dan aku mengiyakan untuk yang kedua kalinya. Hubunganku dengan Radith sudah setahun lebih. Aku dan dia sudah sama-sama mengerti dan dewasa. Persahabatan aku dan Sisil sangat baik. Bahkan berjalan baik sekali. Saat ku tau dia menjalin hubungan dengan temannya Radith. Aku sangat senang sekali.
“Jangan pergi dari hidup gue Naj, gue butuh loe. Gue mau kita selamanya menjadi sahabat.” Aku tersenyum melihat Sisil memelukku.
“Gue nggak pergi dari loe kok, apalagi mereka yang disana.”
Aku menoleh melihat Radith dan Rangga sedang menungguku dan Sisil untuk menghampirinya. Ya, ini perjalanan cintaku yang sangat menarik. Menarik untuk ku tuliskan dalam lembaran diariku. Radith benar bahwa seberapa tinggi kau terbang, kau tak akan pernah terjatuh selagi kau punya sesuatu untuk menyelamatkan hidupmu.
Perjalanan sesungguhnya adalah hari ini. Perjalanan yang menantang selanjutnya adalah keputusan hari ini. Perjalanan cerita cinta yang sangat dinanti adalah bagaimana hari ini. Karna tidak akan ada cerita cinta yang menyedihkan. Yang ada hanyalah kurang mensyukurinya. Aku terlahir karna cinta. Cinta yang sangat tulus dari orang-orang yang menjalaninya. Cinta yang menyempurnakan segala kekurangan yang ada. Cinta yang datang sebagai pengobat rindu. Setiap perjalanan adalah perjalanan untuk menapakki jejak kehidupan. Melihat betapa besar cinta yang tuhan berikan. Mengagumi setiap keindahan yang diciptakannya. Sekecil apa pun itu, ia tetap cinta. Tanpa kau harus mengatakannya, ia tetap cinta. Dan saat kau kembali padaNya, itu tetap cinta. Karna perjalanan yang memiliki banyak cerita adalah perjalanan cinta.

*Ternyata rasa itu hanya rasa penasaranku saja, bukanlah rasa yang sesungguhnya..




Komentar

Postingan populer dari blog ini

SURAT CINTA SECRET ADMIRER

Jatuh cinta? Bukankah itu sesuatu yang indah? Ya, benar sekali. Orang yang jatuh cinta sering kali terjebak oleh perasaannya sendiri, bagaimana bisa? Ya, bisa saja. Mereka cenderung berpikir kata ‘seandainya’ dan seringkali membuat mereka lupa apa sebenarnya cinta itu. Tapi, bagaimana dengan jatuh cinta saat kau sendiri hanya bisa menjadi pengagum saja. Lebih tepatnya pengagum rahasia. Mungkin sebagian orang berpikir ‘ah kurang bagus, terlalu pecundang, atau itu tidak jaman banget’ ya beberapa orang mungkin akan berkata seperti itu. Lalu bagaimana dengan mereka yang memilih untuk jatuh cinta dengan cara menjadi pengagum rahasia saja. Tidak kurang dan tidak juga lebih. Karena cinta tidak selamanya harus diungkapkan, bahkan bukankah cinta tetap ada meski tidak diungkapkan? Lalu untuk apa mereka bersusah payah menyatakan perasaannya jika pada akhirnya hanya meninggalkan luka.

Sunset Terakhir part 1

Jogyakarta, 2005 Pantai ini masih sama tetap ramai sejak satu tahun yang lalu. Ombak menggulung begitu indahnya. Angin berhembus seakan ikut dalam sebuah irama. Desisan daun kelapa yang terdengar begitu merdu seakan aku terbawa suasana. Ya, aku suka pantai. Bagiku pantai adalah keindahan, ketenangan jiwa, dan kelembutan. Kau tak percaya ?? cobalah kau berdiri di tepian pasir pantai yang begitu halus hingga kakimu terpenuhi oleh pasir yang masuk melalui celah-celah jari. Apa yang akan aku lakukan disana ? ya, bebas. Satu kata mewakili perasaanku. Aku suka pantai dan kebebasan. Menurutku dengan kebebasan aku bisa memainkan semua kata dan imajinasiku disana. Dan ketika itu hanya kenangan, kenangan, dan kenangan. Kenangan akan persahabatan. Aku dan dia. Aku mencoba menggenggam pasir pantai yang putih, yang halus. Mengingat janji yang terucap untuk saling mengasihi dan menyayangi. Akankah hanya terkubur dalam sebuah memori ?? atauhkah pergi jauh dari hati ?? entahlah, aku sendiri b...

Aku Kau Dan Ketidaksempurnaan Kita

Hai Hai Hai November .... Apa kabar semuanya? Gimana rasanya memasuki bulan November? Senangkah? Atau sedihkah? Apapun itu tetap semangat! Hehe Ada yg kangen sama saya? Haha *pede Dimanapun kalian berada jangan pernah lupa bahwa kalian pernah melakukan sesuatu yg bermanfaat untuk orang lain :D Langsung aja deh, ada yg pernah merasakan hal seperti ini? Merasakan cinta yang sempurna dari orang tidak sesempurna itu. Terkadang ketidaksempurnaan menjadikan hambatan seseorang untuk bisa menyukai orang lain. Tapi tidak dengan mereka ini. Bagi mereka ketidaksempurnaanlah yang menjadikan mereka mempunyai hati dan cinta yang sempurna. Langsung aja dah, Tara....... Aku Kau Dan Ketidaksempurnaan Kita             Engkau adalah matahari bagiku, dimana aku membutuhkanmu..             Engkau adalah pelangi bagiku dan aku rintik hujan yang menemanimu..     ...

Waktu Tanpa Janji ( Part 4 )

Apa kabar semuanya? Nggak kerasa yah udah lewat dari hari lebaran. Saya pribadi mengucapkan minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin. Semoga segala sesuatunya akan lebih bermanfaat lagi. Dan bukan ketika bahagia lantas kamu akan bersyukur, tapi bersyukurlah maka kau akan bahagia hehe Langsung aja buat yang udah nunggu-nunggu kelanjutan dari part sebelumnya, ini dia Waktu Tanpa Janji Part 4 ... Happy Reading guys :) Waktu Tanpa Janji (Duniapun mengetahuinya, kau dan aku) Aku tidak bisa menemanimu hari ini, kau bisa sendiri untuk wawancaranya? Aku akan meminta maaf pada seniormu. Pagi-pagi sudah mendapati pesan dari Nisa. Bahkan matanya saja belum terbuka sepenuhnya. Hari ini ia malas sekali untuk keluar. Bahkan ponselnya terus berdering sejak subuh tadi. Seniornya terus menghubunginya. Bahkan mengirimkan banyak pesan padanya. Membuatnya tidak ada pilihan untuk berkata ‘tidak’. Selamat pagi Haje.. kau tidak lupa untuk datang ke tempat siaranku bukan? Wah ku...

Sweet Seventeen Wiqqi

Sweet Seventeen Wiqqi             Aku tidak pernah membayangkan sebelumnya jika pada akhirnya panggilan itu menetap dihati, ya begitu saja tanpa ku harapkan sebelumnya. Mengalir bagai air yang tenang bahkan tak ada gerakan yang terlihat. Tanggal 20 Agustus menjadi tanggal yang ku tunggu. Entah mengapa begitu karena aku pun tak tau. Di umurku yang menginjak 17 tahun aku berharap bisa menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain. Hari ini tepat pukul 00.00 tanggal 20 Agustus umurku 17 tahun, sebagian orang mungkin sering mengatakan bahwa di usia yang ke 17 biasanya menyebut dengan sweet seventeen, entah mengapa bisa begitu karena aku pun tau dari mereka semua. Hari ini seperti tidak terjadi apa-apa. Ya mungkin akan sama seperti hari yang lainnya. Sebagian besar orang mengirimkan pesan bahkan ada juga yang mengucapkan melalui sosial media.   Teman-temanku, guru, keluarga bahkan sahabat karib. Tapi entah mengapa ...