Pagi ini hujan, tidak seperti biasanya. Bahkan saat ini sudah memasuki bulan ramadhan. Apa kabar teman-teman sekalian ?? Apa kabar readers ?? Apa kabar kamu ?? Apa kabar impian ?? Masihkah kamu disana ?? Tunggulah beberapa saat lagi, tunggulah sedikit lebih lama... Masih inget dong sama Deva Herian?? Ada yang penasaran sama kelanjutan ceritanya? langsung aja ini dia kelanjutan Waktu Tanpa Janji Part 3 ... Happy Reading guys ... Waktu Tanpa Janji (Duniapun mengetahuinya, kau dan aku) Pagi ini, seperti biasa ia melewatkan sarapan paginya. Menunggu bus dengan santai. Berhenti di halte selanjutnya. Berjalan hingga perempatan jalan. Menunggu dengan sabar lampu lalu lintas berhenti. Seperti itu. Setiap harinya. Tidak ada yang berbeda. Melakukan rapat dipagi hari. Menghabiskan waktunya di ruang siaran. pergi keluar hanya untuk makan. Dan sisanya, ia lebih sering berpikir akan gadis yang ditemuinya waktu itu. “Ada berapa email yang masuk pagi ini?” tanyanya sambil menghampir...
Rasa Sakit itu adalah bagian dari dirimu. Kau tidak bisa menolak atau memintanya untuk pergi sesuai dengan keinginanmu. Yang perlu kau lakukan adalah tetap melihatnya, memeluknya erat-erat. Bahkan jika itu terasa menyakitkan, satu-satunya cara adalah berdamai dengan masa lalu ataupun rasa sakitnya...